Bagi yang malas bekerja, Wajib Baca !!
Sebagai Muslim
yang sejati hendaklah kita senantiasa mempersiapkan diri dalam menghadapi suatu
masa, dimana di masa itulah setiap orang dimintai pertanggung jawaban atas
setiap amal-amalnya semasa hidup di dunia. Oleh sebab itu mari kita penuhi
hari-hari kita di dunia dengan terus berlomba-lomba dalam kebaikan, sebagaimana
Abu Bakar dan Umar bin Khottob saling
mengejar dan berlomba dalam mengerjakan amal sholeh dan urusan akhirat. Akan
tetapi jangan pula kita melupakan bagian kita di dunia berupa kenikmatan dari
Allah Ta’ala yang dapat membawa kita kepada kebahagiaan hidup di dunia.
Sebagaimana Firman Allah Ta’ala :
وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ
الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan
Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan
bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77).
Sebagian
banyak orang selalu menilai bahwa kebahagiaan di dunia itu dapat dilihat dari
berapa nominal gaji atau penghasilan
yang ia dapatkan perbulannya, berapa besar dan berapa banyak rumah yang
ia miliki, seberapa cantik atau tampan istri dan suami yang ia nikahi, berapa
banyak kendaraan yang bisa ia beli, dan masih banyak lagi penilaian-penilaian
manusia yang hanya melihat satu sisi sudut pandang saja, yakni pandangan
syahwat keduniawian. Padahal ketika seseorang bisa mensyukuri nikmat yang telah
Allah Ta’ala karuniakan kepadanya, adalah dia yang menjadi seseorang yang
berbahagia hidup di dunia.
Maka dari itu marilah kita
jadikan proses pencarian kebahagiaan di dunia ini menjadi nilai ibadah disisi
Allah Ta’ala dengan cara niatkan ibadah dalam bekerja, ikhlas bekerja untuk
nafkahi keluarga tercinta, bersemangat dalam bekerja, tunaikan
kewajiban-kewajiban kita kepada Allah Ta’ala meskipun saat sibuk bekerja,
profesional dalam bekerja, dan berikan
kemampuan yang terbaik saat bekerja.
Nabi
kita, Muhammad Shalallahu ‘alaiihi wasallam bersabda :
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ
“Bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat
untukmu dan meminta tolonglah pada Allah, serta janganlah engkau malas”
(HR. Muslim no. 2664)
Marilah
kita bersemangat dalam bekerja dalam rangka usaha kita mencari kebahagiaan di
dunia dan menjadikan prosesnya sebagai nilai ibadah disisi Rabb kita Allah
Ta’ala. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا
فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah Yang menjadikan bumi
itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah
sebahagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah)
dibangkitkan.” (QS. Al Mulk: 15).
Bahkan giat
bekerja dalam rangka mencari nafkah adalah jalan yang ditempuh para nabi ‘alaihimush
sholaatu was salaam. Sebagaimana disebutkan bahwa Nabi Daud mendapatkan
penghasilan dari hasil keringat tangannya sendiri. Sedangkan Nabi Zakariya ‘alaihis
salam bekerja sebagai tukang kayu. Nabi kita shallallahu ‘alaihi
wa sallam sendiri pernah menjadi pengembala kambing, bahkan pernah
menjadi pedagang dengan menjualkan barang milik Khodijah radhiyallahu
‘anha.
Moga Allah
memberi keberkahan pada usaha kita dalam mencari nafkah dan bekerja keras.
Bahagia tak hanya di dunia tapi di akhiratpun kita mudah-mudahan menjadi orang
yang berbahagia. Hanya Allah Ta’ala yang memberi taufik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar