Jumat, 03 April 2015

Fitnah Hubbud Dunya



Dikesempatan waktu nan syahdu baginda Nabi Muhammad SAW. sedang memberi  wejangan dimajlis sahabat-sahabatnya. Aduhai untaian tausiyahnya mengharu biru kalbu, kata-kata pilihannya melelehkan hati-hati yang membatu, argumentasinya yang kokoh kuat  menghantam, meremukkan logika-logika semu, semua tertunduk sayu, semua terdiam kaku. 
Semua meneteskan air mata-air mata yang tadinya beku, kecuali seorang lelaki di pojok masjid. Ia melihat kanan kiri betapa teman-temannya semua terlihat menangis, tetapi dirinya tidak bisa! “Ada apa gerangan dengan mata saya yang begitu bakhil untuk mengeluarkan air mata walaupun satu tetes?!”, gumamnya.  Ia heran, Ia cemas, Ia khawatir dengan dirinya.

7 Tanda Bahagia Menurut Rasulullah SAW



Manusia pasti ingin hidup bahagia, damai, dan sejahtera. Ada yang bekerja keras untuk menghimpun harta, dan menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagiaan.

Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta dan kekuasaan. Beragam cara dia lakukan untuk merebutnya. Menurutnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidup, dengan kekuasaan seseorang dapat berbuat banyak.

Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan.
Ibnu Abbas seorang sahabat Rasulullah pernah ditanya tentang kebahagiaan, beliau menjawab ada tujuh tanda kebahagiaan hidup seseorang di dunia.